Nikah Umur 21, Ngontrak di Dekat Kuburan, Kini 20 Juta dalam 3 Jam (Lanjutannya)

Lanjutan dari Nikah Muda, Ngontrak di Dekat Kuburan

Berkeliling dari satu usaha skala kecil-menengah, beliau menjajakan jasanya. Bengkel bubut, toko roti, dan usaha-usaha rumahan lainnya. Ia mendatangi tempat usaha tersebut dengan kepercayaan diri yang tinggi untuk menjual kemampuannya.



“Awal menikah,” tuturnya dalam video sekolah bisnis yang saya ikuti, “saya mengontrak di samping kuburan. Empat pekan setelah menikah, istri saya hamil anak pertama. Kondisi ekonomi ketika itu sukar, tapi saya tidak mau menyerah.”

Ia memulai menjadi konsultan sejak usia dua puluh tiga tahun. Dalam masa yang panjang itu, beliau senantiasa menambah pengetahuannya. “Kalau kita gak kuliah, lihat saja di youtube. Jangan pernah berhenti belajar.” ujarnya penuh semangat.

Dalam masa pencarian dan penjajakan itu, beliau memutuskan untuk bergabung dengan satu perusahaan yang paling enak diajak kerja sama. Di perusahaan itu, dia ‘memasrahkan diri’ untuk belajar sungguh-sungguh.

Qadarullah, beliau berhasil meramu ilmu yang didapat dari pemilik perusahaan hingga dikompilasikan menjadi sebuah buku. Kini, beliau merupakan jajaran tinggi di perusahaan yang bergerak di bidang busana Muslim dan masuk dalam satu di antara perusahaan terbesar bidang itu di negeri ini.

“Dari satu jam (mendapatkan) 500 ribu saat menjadi konsultan, sampai sekarang sudah pernah ada perusahaan yang memberikan 20 juta rupiah saat saya berbicara hanya dalam waktu 3 jam.” tuturnya bernada semangat.

Di antara kalimat-kalimat manjur yang beliau sampaikan kepada para peserta adalah motivasi agar masing-masing kita bisa menaikkan value diri. Jika value bagus, kita akan mendapatkan revenue besar yang akan berakibat langsung ke dalam pemasukan dan kehidupan secara umum.

“Kita hari ini adalah harga kita masa lalu. Kerja kita hari ini adalah harga kita untuk masa depan.”

Itulah di antara nasihat laki-laki yang tak asing bagi sebagian kita, para pelaku usaha di negeri ini. Ialah Kang Rendy Saputra sang CEO Keke Busana. Beliau juga menjadi konsultan di Trusmi Grup Cirebon.

Beliau telah membuktikan bahwa ijazah bukanlah penentu kesuksesan. Beliau juga membuktikan bahwa nikah muda bukanlah penghalang, tapi sebuah katalisator untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat jika dijalani dengan ilmu, iman, dan taqwa.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

NB: Bagi yang berminat mengikuti Sekolah Bisnis yang penulis kisahkan bisa hubungi 085691479667 

No comments:

Post a Comment