Inilah 5 Pembenci Islam yang Kemudian Masuk Islam, Nomor 3 akan Membuat Anda Terkejut

Islampedia - BUKAN TANPA ALASAN PARA PEMBENCI ISLAM INI PADA AKHIRNYA MASUK ISLAM. AWALNYA MEREKA MENCARI TAHU KELEMAHAN ISLAM, akhirnya mereka mengaji & mengkaji Alqur'an untuk mencari kesalahan Alqur'an, tapi yg mereka dapatkan sebaliknya, yaitu KEBENARAN Alqur'an



Inilah 5 Pembenci Islam yang Kemudian Masuk Islam.

ISLAM sebagai agama rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam) yang menjunjung tinggi kedamaian dan nilai-nilai kemanusiaan tak dapat dibantah lagi. Sejak zaman Nabi Muhammad saw. Banyak orang yang membenci Islam kemudian berbondong-bondong masuk Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, “Wa ra-aytann naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwajan” Kamu telah melihat manusia berbondong-bondong masuk (meyakini ) agama Allah (Islam).

Para pembenci ajaran Islam saat itu, seperti Umar ra, Hamzah, dan Abu Sufyan justru berbalik mati-matian membela Islam. Di abad sekarang pembembenci Islam tak pernah habis. Mereka terus berupaya menjelek-jelekkan Islam, mencerca, mengghina, menyudutkan, bahkan memprovokasi orang lain agar membenci Islam. Akan tetapi, lagi-lagi Islam membuktikan kebenarannya. Para pembenci Islam itu mendadak luluh dan berbalik memeluk Islam. Seperti ditulis merdeka.com, inilah lima pembenci Islam yang menjadi pemeluk Islam dan taat menjalankan ajarannya.

1.Daniel Streich
Daniel Streich merupakan anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) yang sangat membenci Islam dan menentang keras pembangunan masjid di negaranya selama kurun 1990-an. Situs islamicbulettin.com, seperti dikutip merdeka.com, melaporkan Streich adalah penganut Kristen taat dan pernah bercita-cita menjadi pastor.

Memasuki usia remaja, niatnya berubah dan mulai gemar berpolitik, kemudian bergabung dengan partai ternama di Swiss. SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich orang paling vokal menyerukan penutupan masjid di seantero Negeri Cokelat ini.

Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Alquran dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum muslim. Akan tetapi apa yang terjadi? Streich malah terpesona dan jatuh cinta pada Islam. Tahun 2010 dia memutuskan untuk bersyahadat dan mmeluk ajaran Islam. "Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Agama ini memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting dan tidak saya temukan di agama saya," katanya.

2. Arnoud Van Doorn
Pria berusia 46 tahun berkebangsaan belanda ini seorang produser yang memproduksi film 'Fitna' (2008) yang habis-habisan menghina Nabi Muhammad saw. Anehnya, lima tahun kemudian, pegiat anti-Islam menyatakan masuk Islam. Dia bahkan ber ibadah haji sembilan bulan setelah mengucap dua kalimat syahadat.

Dia mengaku mendapat ketenangan setelah menjadi seorang muslim. Kabar tentang Doorn yang menjadi muallaf menjadi head line media-media Barat kala itu. Doorn adalah mantan wakil ketua Partai Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam.

Seperti halnya Daniel Streich, Doom pun mempelajari Islam untuk meruntuhkan akidah muslimin, akan tetapi dia malah tertarik untuk menjadi penganut Islam. Dia bersyahadat di akun Twitter miliknya dengan menggunakan bahasa Arab dan mengejutkan semua orang. Doorn merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap.

Doorm mengatakan, jika orang-orang di Eropa mengetahui betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf. "Semakin saya membaca juga Alquran, saya semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn saat diwawancarai kantor berita Ma'an (MNA).

3. Yusuf Estes
Yusuf Estes adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat. Bahkan bisa dibilang dia dulunya termasuk dalam orang-orang yang mengidap islamophobia.

Estes lahir dari keluarga Kristen yang taat di Midwest, Amerika Serikat. Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS. Keingintahuannya yang besar terkait ajaran Kristen membuatnya ingin mengunjungi gereja-gereja lain. Ia datangi gereja Metodis, Episkopal. Nazareth, Agape, Presbyterian dan lainnya. Tak hanya itu, Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. Tapi tak sekalipun dia peduli pada ajaran Islam.

Estes sempat meyakini muslim adalah penyembah kubus di tengah padang pasir yang senang kekerasan. Pada 1991, Estes merintis usaha yang kemudian mengantarkannya berkunjung ke luar negeri. Negara pertama yang ia kunjungi adalah Mesir. Di negeri Piramida, Estes bertemu dengan seorang pria Muslim. Satu hal yang ada di pikiran Estes tentang Muslim, teroris. Estes tidak percaya ia harus berhubungan dengan sosok yang begitu ia benci. Betapa terkejutnya Estes, ketika mereka berbincang, ternyata pria muslim itu mengaku percaya pada kebenaran Injil serta menghormati Yesus, atau dalam Islam, disebut Nabi Isa.

Mereka terlibat percakapan intim, kemudian akhirnya membawa Estes mengunjungi masjid. Akhirnya dia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Estes kemudian mendalami agama di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris.

4. Terry Holdbrooks Jr
Terry Holdbrooks Jr adalah anggota polisi militer AS Terry Holdbrooks Jr dan pernah menjadi penjaga penjara Guantanamo. Di penjara inilah militer AS menahan tokoh Al Qaidah dan Taliban yang dianggap paling berbahaya. Holdbrooks bertugas di tempat paling mengerikan di muka bumi ini sepanjang kurun 2002 hingga 2003.

Nurani Holdbrooks terusik saat melihat para tawanan itu diperlakukan seperti binatang. Salah satu siksaan yang sering dilakukan untuk membuat stres adalah memaksa tahanan tidur di lantai dengan suhu dingin, lalu lantai tersebut dibanjiri air dingin. Darah menstruasi para penjaga wanita juga kerap diusapkan ke wajah para tahanan.

Menurut Holdbrooks, para penjaga dicekoki bahwa yang ditahan di situ adalah orang-orang paling buruk di dunia. Mereka adalah orang yang memusuhi AS dan antidemokrasi. Kendati begitu, Holdbrooks melihat fakta menarik. Walau disiksa seberat apapun, para tahanan ini tetap tegar. Di sel mereka tetap tersenyum dan berdoa lima waktu sehari. Para tahanan mengaku tak pernah takut menghadapi apapun karena mereka merasa ada Tuhan yang selalu menjaga mereka.

Pemuda ini mulai penasaran. Dia mempelajari Islam dan membaca-baca Alquran. Dia juga mulai membanding-bandingkan Islam dengan kepercayaan lain. Hatinya mulai terbuka. Sejak 2005, Holdbrooks berkomitmen masuk Islam "Al Quran adalah buku yang paling mudah dimengerti di dunia. Isinya simpel. Dia menjadi pembimbing untuk hidup," kata Holdbrooks. Dia perlahan mengamalkan semua ajaran Islam. Dia memulai hidup baru dengan meninggalkan rokok dan minuman keras. Holdbrooks juga rutin salat lima waktu. Holdbrooks mulai menyuarakan apa yang terjadi di Guantanamo. Dia ingin dunia tahu soal kekejaman yang dilakukan AS pada musuh mereka.

5. Ibrahim Killington
Tragedi serangan teroris 11 September 2001 telah memberikan andil besar atas tumbuhnya Islamophobia di dunia Barat, utamanya Amerika Serikat. Akan tetapi, peristiwa itu juga memberikan hidayah bagi sebagian besar orang. Inilah yang terjadi terhadap Ibrahim Killington.

Saat tragedi itu berlangsung, dia menganggap Muslim sebagai penjahat kemanusiaan dan berniat untuk memerangi Islam. Namun, di tengah upaya untuk bergabung dengan tentara AS, dia malah mendapatkan hidayah dari sebuah siaran radio. Pikirannya pun tertarik untuk mempelajari Islam lebih jauh dari apa yang dipahaminya. Sejak itu, ia terus mendalami Islam dan akhirnya memeluk agama ini. Masa lalunya yang hanya untuk mabuk-mabukan dan bersenang-senang tak lagi dilakoninya, aktivitasnya kini hanya untuk beribadah di masjid.**

Sumber : Merdeka.com

No comments:

Post a Comment